How to Work with Land Desktop
– Tutorial Menghitung Volume Site
Posted on October 18, 2008 | 61 Comments
Finally,
inilah yang ditunggu-tunggu. kelanjutan Tutorial LD yang khusus membahas gimana
caranya Menghitung Volume Site. Maaf rekan sekalian, karena memang saya
kesulitan mendapatkan data asli lapangan untuk perhitungan volume, maka untuk
keperluan tutorial kali ini saya gunakan data Lesson-17 dari tutorial bawaan LD
2005. Mudah-mudahan ngga njelimet dan bisa diikuti.
Oke, jadi
perhitungan Volume dengan LD ada tiga metode yaitu: Metode Grid Volume, Metode
Composites Volume dan Metode Sections Volume. Karena saya anggap
metode pertama adalah yang paling mudah, maka saya hanya akan membahas metode
tersebut.
Menghitung
Volume Site
Menggunakan
Land Desktop, Volume Site bisa dihitung dengan logika yang disebut oleh LD
sebagai “Stratum”. Stratum adalah ruang yang dibatasi oleh surface asli di
lapangan dan surface final yang direncanakan. Volume yang diperoleh nantinya
merupakan selisih dari Volume Surface Asli dengan Volume Surface rencana.
Hasilnya bisa berupa Cut maupun Fill.
Untuk
keperluan tutorial ini saya akan mengadaptasi Tutorial dari LD 2005 pada Lesson
17: Calculating site Volumes. Selamat mengikuti.
1.
Buka Autodesk Land Desktop
2.
Pada menu File, klik, Open untuk menampilkan box dialog Open Drawing: Project
Based dialog Box
Lokasi
default untuk folder yang berisi file project ini adalah c:\Land Projects 2005.
3.
Dari list Project Name, pilih TUTORIAL1, lalu dari list Select Project
Drawing, pilih Lesson-17.dwg, kemudian klik OK.
4.
Pada menu Projects, klik Menu Palettes untuk menampilkan box
dialog Menu Palette Manager.
5.
Pada list Menu, pilih Land Desktop 2005, kemudian klik Load.
Mendefinisikan
Stratum dan Site
1.
Pada menu Terrain, klik Select Current Stratum untuk menampilkan dialog
box Define Stratum
2.
Ketik Stratum1 pada Name dan EG and FS Surfaces untuk Description
3.
Klik Select for Surface 1 untuk menampilkan dialog box Select Surface,
pilih EG kemudian klik OK untuk kembali ke dialog box Define
Stratum.
4.
Klik Select for Surface 2 untuk menapilkan dialog box Select surface,
pilih FG kemudian klik OK untuk kembali ke dialog box Define
Stratum
5.
Pastikan bahwa Surface 1 adalah eg dan surface 2 adalah fg lalu kemudian klik OK
untuk melanjutkan.
Prosedur
dibawah adalah untuk mengubah setting volume site
6.
Pada menu Terrain klik Site Definition –> Site Settings
untuk menampilkan dialog box Volume Site Settings
7. Pada isian Volume Labelling masukkan
m3 untuk Suffix lalu klik OK
Gunakan
prosedur dibawah untuk mendefinisikan site dalam 2m x 2m grid dan terotasi 20
derajat.
8.
Pada menu Terrain klik Site Definition –> Define Site
9.
Masukkan 20 degrees untuk Rotation Angle
10.
Ketik .P (dot P) untuk menggunakan filter point, dan keludian ketik 1
untuk Site Base Point.
11.
Masukkan 2 m untuk Grid M size dan tekan ENTER untuk menerima default
lainnya
12.
Ketik .P (dot P) lagi untuk mendisable penggunaan point filter,
dan kemudian gunakan Endpoint OSNAP untuk memilih sisi pojok kanan atas dari
polyline site definition.
13.
Tekan ENTER untuk menerima default. Lalu ketik No untuk menghapus
the old site outline.
14.
Ketikkan Site1 untuk nama Site nya.
Menghitung
Volume Grid
Dalam bagian
ini anda akan menghitung volume dengan metode grid volume. Gimana caranya? Grid
volume bekerja dengan melakukan superimpose grid di kedua permukaan pada
stratum, mengukur sendiri elevasi grid pada intersection dan kemudian
mengetahui beda tingginya.
1.
Pada menu Terrain, klik Grid Volume –> Calculate Total Site Volume
untuk menampilkan dialog box Site Librarian
2.
Dari list Select Site, pilih Site1 dan klik OK untuk menampilkan
dialog box Grid Volume Settings
3.
Terima saja semua defaultnya dengan mengklik OK untuk menampilkan dialog
box Volume Results Surface
4.
Ketik G1-Site1 untuk New Surface kemudian klik OK
Hasil
kalkulasi dengan menggunakan metode Grid Volume ditampilkan pada command line,
dengan cut volume 3,376 m3, dan fill volume 20.380 m3 dan net volume adalah
17,004 m3 fill.
5.
Pada menu View, klik Named Views untuk menampilkan dialog box View.
Dibawah Name, pilih 2, klik Set Current kemudian klik OK
6.
Klik ikon Layers pada toolbar untuk menampilkan Layer Properties Manager. Turn
on (nyalakan) display layer Fg-srf-bdr untuk menampilkan polyline batas
permukaan FG dan klik OK untuk menutup Layer Properties Manager.
7.
Pada menu Terrain, klik Set Current Surface untuk menampilkan
dialog box Select Surface dan pilih Volume Surface. Pilih G1-Site1
dan list surface kemudian klik OK.
8.
Pada menu Terrain klik Surface Display –> Quick View.
Gambar
dibawah adalah ilustrasi quick view dari permukaan grid volume. Area diantara
batas permukaan fg dan kelebihan permukaan grid volume tidak dimasukkan dalam
perhitungan volume.
quick view
of grid volume surface

Tidak ada komentar:
Posting Komentar